Rabu, 04 Maret 2015
Terjemah Surat Ibrahim Ayat 35-41
Sabtu, 28 Februari 2015
BAHASA ARAB PERCAKAPAN RINGAN
Kamis, 26 Februari 2015
LAWANLAH, INSYA ALLAH SYAHID
# LAWANLAH, INSYA ALLAH SYAHID #
(Jangan Menakuti Dan Jangan Takut)
Belakangan beredar informasi yang "cukup" mencemaskan..
-Kekacauan,
-perampokan,
-pembegalan,
-syiah dg ancamannnya,
-dan semisalnya..
Maka...
A. Jangan Menakuti.
Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda,
لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسلِمًا
"Tidak halal seorang muslim membuat takut muslim lain.." (HR. Abu Daud: 5004, Shahih Abu Daud: 4184 al-Albani)
Semoga informasi yang disampaikan, semangatnya adalah kewaspadaan..
Bukan (malah) menciutkan nyali kaum muslimin..
B. Jangan Takut.
Seorang sahabat menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berucap,
"Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau apabila ada orang akan merampas hartaku..?"
Beliau menjawab,
فَلاَ تُعْطِهِ مَالَكَ
"Jangan engkau beri hartamu.."
Ia (sahabat) melanjutkan, "Apa pandangan engkau bila ia hendak memerangi (membunuh)ku?’
Beliau menjawab,
قَاتِلْهُ
"Engkau perangi (bunuh) dia.."
Kembali ia bertanya, "bagaimana apabila dia membunuhku..?"
Beliau menjawab,
فَأَنْتَ شَهِيدٌ
"Maka engkau syahid.."
"Apa pendapat engkau jika aku yang membunuhnya..?"
Beliau pun menjawab,
هُوَ فِي النَّارِ
"Dia di neraka.." (HR Muslim: 140, an-Nasa'i: 7/114)
Bukan karena pelit, namun ini terkait kehormatan..
Bila seluruh kaum muslimin bangkit, nyali penjahat akan ciut tak lagi terungkit..
C. Hidup Mulia Atau Mati Syahid.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ
"Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan hartanya maka ia mati syahid..". (HR. al-Bukhari: 5/93, Muslim: 1/87)
Bukankah kematian itu tidak bisa diundur dan tidak pula dapat dimajukan...?
Lalu mengapa masih takut..?!
L.A.W.A.N
Semoga bermanfaat.
# LAWANLAH, INSYA ALLAH SYAHID #
Nilai Sementara PBO
https://drive.google.com/file/d/0B7MR69Lbf4qNbXlPZjAzMGZrYjA/view?usp=sharing
Nilai Sementara Pemrograman Berorientasi Objek (Teori dan Lab)
https://drive.google.com/file/d/0B7MR69Lbf4qNSXNneFBLa000aW8/view?usp=sharing
Catatan : NH = NILAI HARAPAN (Nilai harapan yang pernah saya tanya di akhir perkuliahan)
Selasa, 24 Februari 2015
KAJIAN YANG MENARIK UNTUK REFRESH DAN BERMANFAAT
Bismillah..
KAJIAN YANG MENARIK UNTUK REFRESH DAN BERMANFAAT..
Inn Sya Allah..
Ust Muflih Safitra
Masjid Namira - Bpp Baru
Ba'da magrib (Ahad)
Balikpapan 22/02/2015
ROMANTIS ITU ADALAH ........???
-istri mengatakan "sebentar Lg adzan sayang"
membangunkan dan memberi semangat suaminya untuk beribadah.
-ketika suami berangkat kerja istri berbisik "hati2 di jalan ya syg baik2, aku lebih siap tahan lapar daripada kau bawa pulang nafkah yang tidak halal"
- ketika suami istri terpisah, istri mendoakan, semisal saat sholat duha, mendoakan keberkahan pekerjaan suami, saling mendoakan untuk saling menguatkan,
- ketika suami kerja saat istirahat kerja suami menelpon atau sms ke istri "makanan di luar tidak seenak masakan mu istriku, dan istri menjawab "tapi masakan ku tak seenak saat kau ada di sampingku"
- ketika jam pulang kerja sang suami sangat rindu pulang, pada saat yg sama istri rindu saat suami tiba di rumah.
-istri menanti suami pulang dengan menyiapkan makanan, berdandan wangi dan bibir merah merona.
-suami pulang kerja mengucapkan salam dan istri menjawab salam, dan membukakan pintu dengan senyum manis, mencium tangan dan kecupan sayang, lalu istri menawarkan "Mau minum apa sayang?" dll.
-ketika syukur menghiasi makan bersama, apapun yang ada di atas meja bersyukur atas nikmat yang istri sajikan.
-ketika suami istri kompak mengajar anak mengaji, ayah dan ibunya tidak melepas diri atas anak, mencetak generasi terbaik, bekerja sama untuk anak lebih berkualitas,
dari ayahnya anak mendapatkan pendidikan tegas dan brani dan dari istrinya, anak mendapatkan kelemahlembutan.
-ketika istri rela melepas suaminya pergi keluar untuk menuntut ilmu agama, karna dia ingin suaminya menjadi imam baginya.
-bukan saling memaki jika terjadi kesalahan namun saling menasehati dengan lemah lembut dengan menucapkan "sayang tidakkah kamu ingin memasuki surga bersama2 ku " dan saling menyadari kesalahan 1 sama lain.
- salah atau tidak diri kita, namun tidak sungkan untuk meminta maaf sesegera mungkin semisal dengan memeluk mencium dll, (contoh istri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, yg mengatakan "aku tidak akan tidur jika engkau masih marah suamiku" (dengan mesra)
- melakukan hal sunnah bersama2 (contoh : mencabut bulu ketiak bersama/bergantian)
- ketika istri cerewet, maka suami berkata dalam hati "teruslah cerewet, karna cerewetmu itu bukti rasa cintamu kepadaku"
-bersyukur dapat istri/suami dengan sgala kekurangannya.
demikian...
(transcrip)
note:
ini khusus edisi SUAMI-ISTRI
yang BUJANG ana hanya bisa mengucapkan AFWAN ☺
kata ustadz Muflih :
BUJANGAN itu memang ENAK..
tapi MENIKAH itu ENAK BANGEET..
Allahu A'lam bishowab..
Barakallahufik..
Sabtu, 21 Februari 2015
Ayahku
💐 Kisah seorang Ayah bersama Anaknya 💐
🌾Seorang ayah ingin mengajarkan kepada anaknya sejak dini, ia baru duduk dikelas 3 SD. untuk mengatur uang jajannya...
🌾Sang anak diberi uang Rp. 30.000 perminggu (termasuk ongkos ojek). Biasanya uang tersebut diberikan sang ayah sehari sebelum anaknya masuk sekolah...
🌾Pada minggu pagi mereka berdua hendak jalan-jalan ke kota untuk menikmati liburan. Sebelum berangkat., tak lupa sang ayah memberikan uang jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10.000. Dan uang tersebut disimpan rapi dalam saku celananya...
🌾Ditengah keasyikan sang ayah dan anaknya menikmati hari libur mereka.., tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan seorang kakek pengemis yang telah tua renta sambil memelas...
Tak tega melihat sang kakek tua yang memelas itu., sang anak dengan sigap langsung mengeluarkan 3 lembar uang 10.000,- dari saku celana dan diberikan seluruhnya...
🌾Kontan saja kakek pengemis ini terlihat sangat senang seraya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang tak terkira kepada sang anak dan ayahnya ini...
🌾Setelah si kakek tua berlalu.., Sang ayah bertanya;
“Sayang.., kenapa kamu berikan semua uangmu untuk kakek itu..??? Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga nanti malam..???”
🌾“Ayaaah.. kalau kakek tua itu ikhlas menerima yang sedikit, maka aku ikhlas untuk memberikan yang lebih besar!” Jawab anaknya dengan wajah tersenyum...
🌾Deegg ...!!!” Hati sang ayah langsung tersentak kaget mendengar jawaban tersebut.
“Nah..! terus uang jajanmu untuk seminggu ke depan bagaimana..?” Tanya sang ayah mencoba mengujinya.
🌾“Kan aku kan masih punya ayah dan bunda..!!!
Tidak seperti kakek tua itu yang mungkin hanya hidup sebatangkara di dunia ini..!” Balas anaknya...
🌾“Kenapa kamu begitu yakin kalau ayah dan bunda akan mengganti uang jajanmu..? Ayah nggak janji loh..!?” Kembali sang ayah mengujinya...
“Kalau ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada ayah dan bunda.., maka aku sangat yakin ayah dan bunda tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua itu...” Jawab sang anak mantap...
🌾Seakan sang ayah tak percaya dengan jawaban dari putranya hingga ia kehabisan kata-kata... Ia tak menyangka jawaban seperti itu keluar dari seorang bocah kelas 3 SD. Ia seperti sedang berhadapan dengan seorang ulama besar dan ia tak bernilai apa-apa ketika berada di hadapannya..!
❤❤❤MASYA ALLAH...
🌾Lalu... ia berjongkok dan memegang kedua pundak buah hatinya itu...
“Sayang… ayah dan bunda janji akan selalu menjaga dan merawatmu hingga Allah Ta'ala tetapkan batas umur ini... Ayah sangat sayang padamu naak..” Sambil kedua matanya berkaca-kaca seolah tak kuat menahan haru...
🌾Sambil memegang kedua pipi ayahnya, sang anak pun membalas,
“Ayah tak perlu berkata seperti itu... Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan bunda sangat mencintai dan menyayangiku...!
Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan bunda...! Dan aku tidak akan membiarkan ayah dan bunda hidup dijalanan seperti kakek tua itu..!!!”
🌾Dan airmata sang ayah pun tak terbendung mendengar jawaban tulus dari anaknya itu... Dipeluklah tubuh mungil itu dengan sangat erat...
dan keduanya larut dalam haru dan sayang...
❤Kapankah kurikulum kita bisa menghasilkan mental anak yang seperti ini???
Semoga kita terinspirasi dari cuplikan kisah ini, dan bermanfaat bagi kita sekalian... Amiin Yaa Rabbal Alamin.
untuk melipat gandakan hikmah dan manfaatnya, dipersilakan membagi dengan saudara dan teman teman lainnya.
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
~~~~ Diteruskan dari petuah sesepuh kami ~~~~
Rabu, 18 Februari 2015
Tertipu Oleh Kepintaran
Salam Jambi
Tertipu Oleh Kepintaran
Ada Kisah seorang ikhwah..
Yang amat mencintai istrinya..
Namun istrinya tak mencintainya..
Ia mengharapkan lelaki lain..
Yang lebih darinya..
Wanita itu telah pandai Bahasa Arab..
Sementara suaminya..
Hanya memahami Bahasa Indonesia..
Wanita itu telah lama mengaji..
Sementara suaminya..
Sibuk membanting tulang mencari nafkah..
Tuk membahagiakan kekasihnya..
Wanita itu telah banyak menghafal al-Qur'an..
Sementara suaminya tak banyak bisa menghafal..
Mungkin..
Kini suaminya sudah tak berharga di matanya..
Mungkin..
Kini cintanya telah pudar di hatinya..
Karena tak sesuai harapannya..
Demikianlah..
Kisah cinta yang bertepuk sebelah..
Karena istrinya tertipu oleh kepintarannya..
Ilmu tak membuatnya semakin sayang pada
suaminya..
Ilmu tak membuatnya semakin berbakti kepada suaminya..
Ilmu membuatnya angkuh..
Tak ada lagi cinta dihatiku, kilahnya..
Saudariku..
Engkau boleh lebih berilmu dari suamimu..
Tapi mungkin suamimu lebih takut kepada Allaah darimu..
Engkau boleh punya banyak kelebihan di atas
suamimu..
Tapi, suamimu..
Mungkin lebih dicintai oleh Robbmu karena
ketawadhu'annya..
Al Hasan Al Bashri rohimahullaah berkata..
Ilmu itu bukanlah dengan banyak menghafal
riwayat..
Namun ilmu adalah yang menimbulkan rasa takut kepada Allaah..
Dimanakah hadits yang telah engkau hafal,
"Suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu.."
Ya Robb..
Berilah kami ilmu yang bermanfaat..
✏ Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى