Pencarian

Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2017

SENGKETA DUA KAKAK BERADIK HINGGA KE PENGADILAN

 *SENGKETA DUA KAKAK BERADIK HINGGA KE PENGADILAN*
 Dua Orang Kakak Beradik (Di Saudi Arabia) Berseteru Memperebutkan Hak  Hingga ke Pengadilan.
⚖ Di salah satu pengadilan Qasim, Kerajaan Saudi Arabia, berdiri Hizan al Fuhaidi dgn air mata yg bercucuran hingga membasahi janggutnya...
 Kenapa?
Karena ia kalah terhadap perseteruannya dgn saudara kandungnya dipengadilan!! 
⚔ Tentang apakah perseteruannya dg saudaranya??
Tentang tanah ??
atau warisan yg mereka saling perebutkan?? 
 Bukan karena itu semua!!
Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yg sudah tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yg tlh keriput,, 
Seumur hidupnya, beliau tinggal dg Hizan yg selama ini menjaganya,,
Tatkala beliau telah semakin tua, datanglah adiknya yg tinggal di kota lain,
Untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya,
dengan alasan, fasilitas kesehatan dll di kota jauh lebih lengkap daripada di desa,, 
 Namun Hizan menolak dgn alasan, selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya.
Perseteruan ini tidak berhenti sampai di situ, hingga berlanjut ke pengadilan!! 
Sidangpun dimulai,, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis.. 
Kedua bersaudara ini membopong ibunya yg sudah tua renta yg beratnya sudah tdk sampai 40 Kg!!
Sang Hakim bertanya kpdnya, siapa yg lebih berhak tinggal bersamanya.
Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab, sambil menunjuk ke Hizan,
“Ini mata kananku!”
Kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata,
“Ini mata kiriku!!
Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan,
berdasar pertimbangan kemaslahatan bagi si ibu!! 
Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan!!
Air mata penyesalan karena tdk bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya!!
Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! diperebutkan oleh anak-anaknya hingga seperti ini,,!! 
Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak-anaknya!! 
 Ini adalah pelajaran yang sangat mahal tentang berbakti pada orang tua,, dizaman yg sudah dekat kiamat ini betapa banyak anak yang durhaka,, 
✅ _“Ya ALLAH, Roob kami!! Anugerahkan kepada kami keridhoan ibu kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya!!”_
Aamiiin!!!
♻ Semoga yang ikut "bagikan" tausiyah ini semua dosanya diampuni Allah, diangkat derajatnya, dikabulkan segala hajatnya dan mendapatkan pasangan yang sakinah serta anak2 yang sholeh/sholeha hingga dimasukan surga bersama anak cucunya..
Aamiin ya Rabbal'alamiin

Senin, 23 Januari 2017

Tafsir Al Fatihah surah ketujuh

Makna Ayat Ketujuh dari surah al fatihah
غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ Artinya: “Bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat.”
Orang yang dimurkai adalah orang yang sudah mengetahui kebenaran akan tetapi tidak mau mengamalkannya. Sedangkan orang yang tersesat adalah orang yang beramal tapi tanpa ilmu (beramal dengan kebodohan). Sehingga di dalam ayat ini tersimpan motivasi dan dorongan kepada kita supaya menempuh jalan kaum yang shalih dimana berilmu sebelum beramal.

Sabtu, 21 Januari 2017

Nasehat tentang Musik

Tidak pernah kepikiran bakal nulis yang seperti ini mengingat dulu bagaimana gilanya musik itu merasuki hati ini.
Dahulu kita hina,  menyukai pekerjaan hina,  menghinakan diri dengan bangga dan mencintai orang2 yang melakukan pekerjaan hina, Segala puji bagi allah yang telah memuliakan kita dengan Al Quran.
Teringat perkataan para ulama mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.”
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.”
Yazid bin Al Walid mengatakan, “Wahai anakku, hati-hatilah kalian dari mendengar nyanyian karena nyanyian itu hanya akan mengobarkan hawa nafsu, menurunkan harga diri, bahkan nyanyian itu bisa menggantikan minuman keras yang bisa membuatmu mabuk kepayang.Ketahuilah, nyanyian itu adalah pendorong seseorang untuk berbuat zina.”

Ibnul Qayyim berkata, “Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami, merenungkan dan mengamalkan isi Al Qur’an. Ingatlah, Al Qur’an dan nyanyian selamanya tidaklah mungkin bersatu dalam satu hati karena keduanya itu saling bertolak belakang. Al Quran melarang kita untuk mengikuti hawa nafsu, Al Qur’an memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan diri dan menjauhi berbagai bentuk syahwat yang menggoda jiwa. Al Qur’an memerintahkan untuk menjauhi sebab-sebab seseorang melenceng dari kebenaran dan melarang mengikuti langkah-langkah setan. Sedangkan nyanyian memerintahkan pada hal-hal yang kontra (berlawanan) dengan hal-hal tadi.”

"Tidak akan bersatu selamanya didalam satu hati yaitu nyanyian dan Al Quran."
--------------------------------------------------------------------------
" Ketika kita mengatakan, mendengarkan musik itu menenangkan, memberi kenikmatan bahkan ada yang sampai berderai airmata karena hanyut dengan lantunannya, maka tanyakanlah pada diri ini, Pernahkah kita merasakan kenikmatan atau ketenangan tersebut ketika mendengarkan ayat-ayat Allah Sang Pemilik Jiwa Ini dibacakan ??? Pernahkan kita berderai airmata dengan penuh khusyu ketika melantunkan ayat-ayat Allah yang memiliki segala yang ada di langit dan di bumi ???
Bacalah al-Qur’an setiap hari 1 juz.
Kalau tidak mampu, bacalah separuh juz.
Kalau tak mampu, bacalah sekedar sehelai atau satu muka surat.
Kalau tak mampu, berusahalah dengan satu ayat.
Kalau tak mampu juga, cukuplah hanya dengan memandang Al-Quran dan tanyalah kepada diri sendiri "Ya Allah, apakah dosaku sehingga aku tidak dapat membaca ayat Mu?"
Astagfirullah ...

Jumat, 06 Januari 2017

Qona'ah

HARI ini hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko.

Beliau saya pinjamkan tempat duduk dari dalam toko. Masih penuh gerobaknya dengan buah-buah tertata rapi.

Kulihat dari dalam toko beliau membuka buku kecil. Rupanya sebuah alquran. Beliau begitu tekun dengan Al-Qurannya.

Sampai jam setengah 11 hujan tak kunjung berhenti.

Saya mulai risau karena sepi pembeli.

Saya keluar sekadar memberikan air minum kemasan dan beberapa butir kurma.

Tidak ada sedikitpun raut gelisah terlihat di wajahnya.

“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” Kataku sambil menatap gerobaknya. “Masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

“Aamiin,” kataku.

“Kalau gak abis gimana, Pak?” tanyaku penuh iba…



“Ya.. Kalau gak abis ya risiko, Bu… Kalau yang gak bisa sampai besok kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga juga seneng daripada kebuang. Kalau kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Ya Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa dan meminta sesuatu sama Allah. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki, Bu…”

“Terus kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, bertahun tahun saya jualan rujak belum pernah sampai kelaparan.

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan .. Makasih yaa ,Bu…” katanya sambil menutup badannya dengan plastik dan membuka payung yang menempel di grobaknya.

Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.

Tiba-tiba hati yang tadinya gundah menjadi ceria, mumpung masih hujan … Masih ada kesempatan dapat berdoa di waktu mustajab. []

Jumat, 09 Desember 2016

Menyikapi Orang-orang Munafik

https://youtu.be/H6XwD7pqbHw
Al Quran mengajarkan kita tentang bagaimana menyikapi orang-orang MUNAFIK,
Bagaimana kita harus menyikapi orang-orang yang mengingkari ayat-ayat allah ?
Bagaimana kita harus menyikapi orang-orang yang memperolok ayat-ayat allah ?
Al Quran tidak mengajarkan kita untuk mencela mereka.
Namun Al Quran Mengajarkan kita dalam Surah An Nisa Ayat 140 :
"Dan sungguh, Allah telah menurunkan ketentuan kepadamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena kalau kamu tetap duduk dengan mereka, tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang MUNAFIK dan orang-orang kafir di neraka Jahanam".
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Al Quran mengajarkan kita untuk meninggalkan orang-orang munafik, jangan duduk, jangan sertai, jangan baca karyanya, jangan dengarkan ceramahnya, tinggalkan bacaannya, tinggalkan seminarnya, jangan dipake jasanya atau jika orang politik jangan dipiliih partainya, (Jangan Share berita tentangnya). Dan itupun jalan Al Quran untuk memberikan mereka hidayah, bukan untuk mengucilkan, sampai dia sadar karena telah ditinggalkan oleh umat karena kesalahannya .

Karena orang-orang ini bila dikomentari/diingatkan atau didebat maka akan lebih banyak kesombongannya daripada pengakuannya, itu sudah fitrahnya.
Al Quran Al Baqarah 204 :
Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang terburuk.

Kamis, 10 November 2016

Ada apa antara aku dan dunia

Dari: Akh Muslih...
~~~~~~~~~~~~~~~~~

🌏🌴💰 *DUNIA ITU HANYA SEMENTARA*

✍Ustadz Abu Salma Rifaindri _hafidzohulloh_

💬 Allah Ta'ala berfirman :
قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا
```Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa" ``` (QS An-Nisa : 77)

⚡ *KISAH MENAKJUBKAN*

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam _Shahih_nya, bahwa suatu hari sahabat yang Mulia Umar bin Khaththab datang menemui Nabi  _Shallallâhu alaihi wa Salam_. Beliau _Radhiyallåhu anhu_ berkata :

دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُضْطَجِعٌ عَلَى حَصِيرٍ
🌤 (Suatu hari) Saya masuk menemui Rasulullah _Shallallāhu alaihi wa Salam_, saat itu beliau sedang berbaring di atas tikar (dari jerami),

فَجَلَسْتُ فَأَدْنَى عَلَيْهِ إِزَارَهُ وَلَيْسَ عَلَيْهِ غَيْرُهُ وَإِذَا الْحَصِيرُ قَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِهِ
💬 Lalu saya duduk mendekati beliau. Saat beliau sedang membetulkan sarungnya, kulihat ada guratan bekas tikar di badan beliau.

فَنَظَرْتُ بِبَصَرِي فِي خِزَانَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا أَنَا بِقَبْضَةٍ مِنْ شَعِيرٍ نَحْوِ الصَّاعِ وَمِثْلِهَا قَرَظًا فِي نَاحِيَةِ الْغُرْفَةِ وَإِذَا أَفِيقٌ مُعَلَّق
👀 Mataku pun beralih ke lemari penyimpanan makanan Rasulullah _Shallallāhu alaihi wa Salam_, dan tidak kudapati ada apapun melainkan hanya sekantong gandum sebanyak 1 _sha'_ atau seukuran _qarazh_ ada di sudut ruangan dan selembar kulit hewan yang digantung.

  فَابْتَدَرَتْ عَيْنَايَ
💦```Maka air mataku pun bercucuran```

Nabi _Shallallahu alaihi wa Salam_ pun bertanya :

قَمَا يُبْكِيكَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ
❓Apa yang menyebabkan dirimu menangis wahai Ibnul Khaththab?

Saya pun menjawab :
قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَمَا لِي لَا أَبْكِي
⁉ Wahai Nabi Allah, bagaimana saya tidak menangis?

وَهَذَا الْحَصِيرُ قَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِكَ
💥 Tikar ini meninggalkan bekas guratan di badan Anda...

وَهَذِهِ خِزَانَتُكَ لَا أَرَى فِيهَا إِلَّا مَا أَرَى
💥 Lemari Anda ini, tidak kulihat ada apapun di dalamnya kecuali hanya yang saya lihat itu saja isinya...

وَذَاكَ قَيْصَرُ وَكِسْرَى فِي الثِّمَارِ وَالْأَنْهَارِ
💥 Sedangkan para Kaisar Persia dan Romawi bergelimpangan dengan buah²an dan sungai² (harta)

وَأَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَفْوَتُهُ
💥 Sedangkan Anda adalah Rasulullah _Shallallāhu alaihi wa Salam_ dan manusia pilihan-Nya

وَهَذِهِ خِزَانَتُكَ
‼ Namun hanya ini saja yang Anda miliki...

Nabi _Shallallahu alaihi wa Salam_ pun menjawab :

  يَا ابْنَ الْخَطَّابِ أَلَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ لَنَا الْآخِرَةُ وَلَهُمْ الدُّنْيَا
💬 Wahai Ibnul Khaththab, tidakkah engkau ridha jika kita mendapatkan (bagian) di akhirat dan mereka di dunia??

Saya menjawab :
بَلَى
‼ Tentu saja...

┏━━━━━━━━━━━━━━┓
                Allahu Akbar‼
Semoga sholawât dan salam senantiasa tercurahkan pada kekasih kita, Baginda Nabi Muhammad _Shallallāhu alaihi wa Salam_.

Jemari ini sampai bergetar tatkala menuliskan dan membawakan kisah yang agung ini. Siapakah hatinya yang tidak bergetar dan air matanya tidak mengalir

Senin, 06 Juni 2016

Marhaban ya ramadhan 1437

Marhaban ya Ramadhan 1437 H
Semoga Puasa tahun ini lebih baik dan lebih meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Selasa, 19 April 2016

Kita harusnya malu

🌿KISAH YANG MEMBUAT KITA MALU🌿

Kisah berikut ini benar-benar membuat kita malu. Kisah ini disampaikan oleh Dr. Sa'id Harib, Wakil Ketua Lembaga Tahfizhul Quran Dubai.

Beliau mengatakan:

Salah satu juara pemenang lomba di Dubai adalah seorang anak kecil dari negara bekas jajahan Uni Soviet. Umurnya sekitar 12 tahun. Hafalannya benar-benar membuat semua orang tercengang.

Kami bertanya kepada anak itu tentang bagaimana ia bisa memiliki hafalan sekuat itu? Siapa yang telah membimbingnya menghafal Al-Quran dengan hafalan yang kuat dan tajwid yang bagus seperti itu?

Anak itu menjawab, "Ayah saya. Beliau yang telah melakukan semua itu."

Kami bertanya lagi, "Lalu siapa yang mengajari ayahmu dan menjadikannya hafal Al-Quran?"

Anak itu menjawab, "Kakek saya."

Kami semakin terheran dengan jawabannya. Kami bertanya lagi, "Bagaimana kakekmu bisa mengajari ayahmu Al-Quran di bawah tekanan penjajahan Uni Soviet yang berpaham Komunis dan mengancam akan langsung membunuh setiap muslim yang berpegang teguh dengan agamanya?"

Anak itu lalu menceritakan:

"Kata ayahku, dulu ketika ayah masih kecil, kakek selalu membawanya naik keledai menempuh jarak yang jauh di luar kampung dan kakek selalu mengikatkan kain penutup di kedua mata ayah. Kakek membawa ayah ke sebuah tempat di gunung lalu masuk ke sebuah gua yang di dalamnya ada ruang yang cukup luas.

Sesampai di sana, kain penutup mata ayah baru dilepas. Setelah itu kakek mengeluarkan lembaran-lembaran yang berisi surat-surat Al-Quran. Di situ kakek membimbing ayah menghafal Al-Quran sedikit demi sedikit.

Setelah itu kakek menutup kembali kedua mata ayah dengan kain, lalu mereka pulang ke rumah. Begitu seterusnya sampai ayah hafal seluruh Al-Quran."

Kami semakin takjub dengan kisah itu. Kami bertanya, "Mengapa kakekmu menutup kedua mata ayahmu?"

Anak itu menjawab, "Kami juga pernah bertanya tentang itu. Ayah menjawab: kakek melakukan itu karena takut kalau Rezim Soviet menangkap ayah lalu menyiksanya sampai lemah kemudian membocorkan tempat rahasia yang digunakan sebagai madrasah tahfizh di gua itu. Madrasah itu digunakan oleh sejumlah warga muslim yang ingin menjaga anak-anak mereka agar tetap berpegang teguh dengan Al-Quran, sedangkan mereka hidup di bawah tekanan Rezim Komunis dan Atheis yang mengatur rakyatnya dengan tangan besi dan api."

🌴🌴🌴

Ya Allah...

Di mana posisi kita dari mereka?!

Kisah nyata yang benar-benar membuat malu siapapun yang hidup bertahun-tahun di dekat masjid tapi tidak ikut shalat berjamaah di situ, apalagi menghafal Al-Quran.

Ya Allah, ampunilah semua dosa dan kesalahan kami. Aamiin.

Kebalikan dgn kita, cari ilmu/ ibadah kadang hanya sisa waktu kerja 😭

___
La Ode Abu Hanifa

Sabtu, 26 Maret 2016

Riya

📲 Kiriman dari akh.Yoghi (salah satu ikhwah di grup Agama@Nasihat)

🍃 KISAH DUA LEMBAR ROTI

بسم الله الرحمن الرحيم

🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

🍃 NAFSU TERSEMBUNYI 

💬Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik. Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak. Beliau bercerita:

🍂Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah. Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami. 

Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: “Berikan makanan ini kepada keluargamu.”

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

“Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan.”

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. “Ambillah, beri dia makan”, kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki. Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

🍂 Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah. Dalam posisi seperti itu, tiba-tiba Abu Nashr dengan kegirangan mendatangiku.

“Hei, Abu Muhammad...! Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?”, tanyanya.

“Subhanallah....!”, jawabku kaget. “Dari mana datangnya?”

“Tadi ada pria datang dari Khurasan. Dia bertanya-tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya. Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta,” ujarnya.

“Terus?”, tanyaku keheranan.

“Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu. Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun. Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan. Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melejit sukses. Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis. Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya.”

🍃 Dengan perubahan drastis nasib hidupnya ini, Ahmad bin Miskin melanjutkan ceritanya:

“Kalimat puji dan syukur kepada Allah berdesakan meluncur dari lisanku. Sebagai bentuk syukur. Segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi. Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, santunan dan berbagai bentuk amal salih. Adapun hartaku, terus bertambah melimpah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku. Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan. Ada semacam harapan pasti dalam diri, bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

🌒Suatu malam, aku tidur dan bermimpi. Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.
Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, badan mereka membesar. Dosa-dosa pada hari itu berwujud dan berupa, dan setiap orang memanggul dosa-dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar seukuran kota Basrah, isinya hanyalah dosa-dosa dan hal-hal yang menghinakan.  

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal. 

Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu sisi timbangan, sedangkan amal baikku di sisi timbangan yang lain. Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku..!

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai. Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya aku. Ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI. Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih. Semua itu membuat amalku tak berharga. Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu-nafsu itu.

Aku putus asa.

Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, “Masihkah orang ini punya amal baik?”

“Masih...”, jawab suara lain. “Masih tersisa ini.”

Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa? Aku berusaha melihatnya.

Ternyata, itu HANYALAH  dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah harapanku... 
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi-jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti  ini menyelamatkanku, sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas = Rp 250 juta), dan itu tidak berguna sedikit pun. Aku merasa benar-benar tertipu habis-habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku. Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai-sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekanku. 

Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku. Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah. Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku. Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus memberat. Hingga akhirnya aku mendengar suatu suara berkata, “Orang ini selamat dari siksa neraka..!”

🔺🔻🔺🔻

Saudara-saudariku tercinta... 
Masih adakah terselip dalam hati kita nafsu ingin dilihat hebat oleh orang lain pada ibadah dan amal-amal kita..?

📝Ust. Abu Umar Abdillah

🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

Channel Resmi
Arsip Tazkiyatun Nafs

❤ Menata Hati
💙 Meraih Ridha Rabbi

Minggu, 21 Februari 2016

Sabar

ANA INGIN KELUAR DARI JAMAAH
(Menyikapi Sikap Futur/Melemahnya Iman & Semangat dlm berDakwah)

"Ustadz, dulu Ana merasa semangat dalam Dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan Ana melihat ternyata banyak pula yang aneh-aneh."
Begitu keluh kesah seorang santri kepada ustadznya di suatu hari.

Sang Ustadz hanya terdiam, mencoba menggali semua kecamuk dalam diri santrinya.
"Lalu, apa yang ingin Antum lakukan setelah merasakan semua itu?" sahut sang ustadz setelah sesaat termenung.

"Ana ingin berhenti saja, keluar dari jamaah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa teman yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi Dakwah yang Ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, Ana mendingan sendiri saja…" jawab santri itu.

Sang ustadz termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal.

"Adik, bila suatu kali Antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan Antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?" tanya sang Ustadz dengan kiasan bermakna dalam.
Sang santri terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.

"Apakah Antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?" Sang ustadz mencoba memberi opsi.

"Bila Antum terjun ke laut, sesaat Antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan Antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang? Darimana Antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana Antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan dihamparkan di hadapan santri.

Tak ayal, Sang santri menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun Sang ustadz yang dihormatinya justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.

"Adik, apakah Antum masih merasa bahwa jalan Dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah?" Pertanyaan menohok ini menghujam jiwa Sang santri. Ia hanya mengangguk.

"Bagaimana bila temyata mobil yang Antum kendarai dalam menempuh jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak di jalan, atau mencoba memperbaikinya?" tanya Sang ustadz lagi.

Sang santri tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya, "Cukup Ustadz, cukup. Ana sadar. Maafkan Ana. Ana akan tetap istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata Ana diperhatikan…"

"Biarlah yang lain dengan urusan pribadi masing-masing. Ana akan tetap berjalan dalam Dakwah ini. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan Ana kelak dengan janji-janji-Nya. Biarlah segala kepedihan yang Ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa Ana", Sang santri berazzam di hadapan ustadz yang semakin dihormatinya.

Sang ustadz tersenyum.
"Adik, jama'ah ini adalah jama'ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi di balik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berDakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah."

"Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan Antum. Sebagaimana Allah ta’ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata Antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap Dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu Antum lebih baik dari mereka."

"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu, maka kapankah Dakwah ini dapat berjalan.

Copas dr group sebelah.

Jumat, 19 Februari 2016

Ayah

Kisah Inspirator :

Renungan Kisah Nyata

Jum'at lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ.

Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat.

Dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang… Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu.
Sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.

Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih.

Dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya.

Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan.

Wah, sampai demikian ya..lalu apa sih isi ceramahnya.. ?

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.

Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.

Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.

Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu…

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung…

“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief..

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..”

lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…

”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna.. sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya.
Lalu kata pak Arief: “Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”...

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya…

Lalu pak Arief bertanya kepada Umar : ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…

Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW :
”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia.

Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…

“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..”

Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb…

Di tengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…
Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya..

”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2

Subhanallah... Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru...

Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya..
mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!!

Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Am ayat 32:

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”... Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang… Wallahu ‘alam bissawab..

Semoga bermanfaat.. khususnya buat diri saya dan juga pembaca WA ini. [Kardi]

Selasa, 16 Februari 2016

Menundukkan pandangan

‌🇮‌🇧‌🇷‌🇦‌🇭
📚‌KไSAH MξИGAGЦMKAИ
TENTANG MENUNDUKKAN PANDANGAN

🔹Ada seorang hamba yang shalih bernama Sulaimân bin Yasâr rahimahullâhu, beliau sedang berpergian meninggalkan negerinya  (untuk menunaikan haji) ditemani oleh seorang sahabatnya.
☀ Suatu ketika, sahabat beliau pergi ke pasar untuk membeli persediaan makanan (untuk bekal perjalanan mereka) sedangkan Sulaimân sedang duduk menunggu di suatu tempat.
🌺 Sulaimân bin Yasâr ini adalah seorang yang memiliki wajah paling tampan dan memikat, namun paling berhati² dari segala perkara  yang diharamkan Allâh.
👁 Tiba² ada seorang wanita dusun dari pegunungan melihatnya. Tatkala dia memperhatikan betapa tampan dan gantengnya Sulaimân, ia pun terpesona padanya.
🚺 Wanita tersebut memakai burqo' (sejenis cadar yang menutupi seluruh wajah) lalu ia mendekati Sulaimân dan berdiri diantara kedua tangannya kemudian ia membuka burqo'nya dan menampakkan wajahnya yang cantik seperti bulan purnama di tengah malam.
💬 Wanita tersebut berkata : "serahkan (dirimu) padaku!"
🔰Sulaimân segera menundukkan pandangannya dari wanita cantik tersebut! Ia mengira bahwa wanita tersebut adalah wanita yang yang fakir dan kekurangan serta menginginkan makanan.
🚹 Sulaimân lalu berdiri dan memberikan padanya sejumlah makanan yang masih ada padanya.
💬 Ketika melihat hal ini, wanita tersebut berkata pada Sulaimân : "Saya tidak menginginkan makanan tersebut! Yang saya inginkan adalah perbuatan seorang suami terhadap isterinya.!!
❗Dengan serta merta air muka Sulaimân berubah, dia marah dan menghardik wanita tersebut, sembari  mengatakan, "Sungguh, Iblis telah memperalatmu!!"
▪Lalu Sulaimân menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan membenamkan kepalanya diantara lututnya.
◾Wanita tersebut segera menutup wajahnya dengan burqo', lalu ia pergi, pulang ke rumahnya.
🌤Tak lama kemudian, kawan Sulaimân datang setelah membeli makanan untuk mereka.
👁 Tatkala dia melihat Sulaimân yang matanya bengkak lantaran menangis hebat dan suara tangisnya berhenti, dia lalu bertanya : "Kenapa kamu menangis??"
💬 Sulaimân menjawab, "Tidak ada apa², saya hanya teringat anak²ku yang masih kecil."
💭 Sang kawan menukas, "Tidak! Sesungguhnya ada kejadian lain (yang menyebabkanmu menangis). Masa sedihmu karena anak²mu sudah berlalu semenjak 3 harian yang lalu."
🔺Kawan Sulaimân terus mendesak sampai Sulaimân akhirnya menceritakan kejadian yang terjadi dengan wanita tadi.
🔸Tiba-tiba, sang kawan tadi meletakkan dirinya di atas alas makan dan dia menangis dengan tersedu².
💬 Sulaimân lalu bertanya padanya, "Kamu sendiri, kenapa menangis?"
💭 Kawannya tersebut mengatakan, "Karena saya yang lebih berhak untuk menangis daripada dirimu."
💬 Sulaimân bertanya kembali, "kenapa bisa begitu?"
💭 Kawannya menjawab, "Karena sesungguhnya saya takut jika saya yang berada di posisimu, maka saya tidak dapat menahan diri darinya!!"
💧Maka kedua²nya pun menangis kembali.

🕋 Pada saat Sulaimân tiba di Makkah dan selesai melakukan thawaf dan sa'i, dia lalu mendatangi sebuah batu dan menjadikan pakaiannya sebagai alas. 💤 Dia merasa ngantuk dan tertidur sebentar. Di dalam mimpinya ia melihat seorang yang tampan rupawan lagi gagah. Pria tersebut memiliki paras yang bagus dan harum yang wangi.
💬 Sulaimân berkata padanya, "Siapakah gerangan dirimu? semoga Allah merahmatimu."
💭 Pria dalam mimpi itu menjawab, "Saya Yusuf, Nabi yang benar, putera Ya'qub."
💬 Sulaimân lalu berkata, "Sesungguhnya, kisah tentang dirimu dan isteri al-Aziz benar² sangat mengagumkan."
💭 Yusuf 'alaihis Salam berkata kepadanya, "Bahkan, kejadianmu dengan wanita dusun tsb adalah lebih mengagumkan lagi."

📚 Hilyah Auliyâ'  karya Abu Nu'aim (II/191)

✏ Usatadz Abu Salma

             ___ 🍃🍀🍃 ___

Repost by :
🌀TEGAR DIATAS SUNNAH
Grup Sharing Kajian Islam
Silahkan berbagi

Follow Channel Telegram
@kajianislamtegardiatassunnah
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam

Sabtu, 09 Januari 2016

Pengaruh Istri Terhadap Pekerjaan Suami

Salamdakwah - Aktualita - Umum

Pengaruh Istri Terhadap Pekerjaan Suami

Ahad, 15 Februari 2015 , 07:36:21
Oleh :

Dari Kholid bin Yazid, ia berkata : Hasan al-Bashri رحمه الله تعالى berkata:

"Aku datang kepada seorang pedagang kain di Makkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan, "Tidaklah layak beli dari orang semacam itu", lalu aku pun beli baju dari pedagang yang lain.

Dua tahun setelah itu aku (pergi untuk menunaikan ibadah) haji, dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah.

Lalu aku bertanya kepadanya : "Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?"

Ia menjawab : "Ya benar!"

Aku bertanya lagi : "Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang?! Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji daganganmu dan (mengumbar) sumpah!"

Lantas ia pun bercerita : "Dahulu aku mempunyai istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rejeki, maka ia meremehkannya, dan jika aku datang kepadanya dengan rejeki yang banyak maka ia (akan) menganggapnya sedikit.

Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Yang jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata :

🌺 Wahai suamiku, bertakwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku melainkan dengan yang thoyyib (halal), dan jika engkau datang kepadaku dengan sedikit rejeki, aku akan menganggapnya banyak. Dan jika engkau tidak dapat apa-apa, (maka) aku akan membantumu memintal (kain). 🌺

* Al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (V/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri al-Qodhi al-Maliki *

Semoga dari kisah ini dapat diambil pelajaran bagi kita dalam mengarungi hidup berumahtangga.

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya..

---

📝 Dakwah Jalyat Unaiza_Indo

(Islamic Centre Unaiza, di Al-Qassim KSA)

6 Rabi'uts Tsani 1436 (27/1/2015)

Senin, 13 Oktober 2014

Fenomena Aliran Sesat Islam (Part 1)

Apa yang terbayang di pikiran anda ketika melihat atau mendengar ada anak kecil yang belum sekolah, baru tau angka 0 sampai angka 3 saja, tiba-tiba mampu menjawab pertanyaan dengan cepat dan benar (katanya sendiri) yaitu
9898909*(6666/3) hasilnya adalah 0... ??

dan Apa pula yang terbayang di pikiran anda ketika melihat atau mendengar ada seorang dewasa, sudah Sarjana di bidang matematika, dari kampus terkemuka pula dan memiliki pengalaman mengajar 2 tahun menjawab pertanyaan yang sama yaitu

9898909*(6666/3) hasilnya adalah 21.995.375.798 ... ??


Mungkin akan muncul beberapa komentar untuk si anak kecil :
1. Dia belum tau
2. Dia sok tau
3. Dia mencontek
4. Ghaib (parah kalau masih mau percaya ini :p )

dan Komentar untuk jawaban si sarjana :
1. Anda akan cek terlebih dahulu sebelum mengatakan itu benar (agar tidak dikatakan sotoy)
2. Setelah dicek dan benar, baru anda katakan si sarjana ini benar loh.
3. Jika ternyata salah, anda akan katakan sarjana Abal-Abal, percuma sarjana dan bla...bla...

Berdasarkan pernyataan diatas, bagaimanakah kita memaknai beragam pemahaman agama yang ada di sekitar kita... ?

Kebenaran itu hanya milik Allah.
Kebenaran itu tidak dapat di nyatakan berdasarkan prasangka.
Kebenaran itu hanya untuk orang-orang yang berilmu.

Sudahkah kita tabayyun (meneliti kebenaran berita) ketika menyatakan orang lain itu sesat ???

SUDAHKAH KITA MEMPELAJARI AGAMA INI DENGAN BENAR SEHINGGA PANTAS MENGATAKAN ORANG INI DAN ITU SESAT DAN MENYESATKAN ???

atau Kita lebih memilih menjadi anak kecil yang dengan sembarangan menyatakan bahwa 9898909*(6666/3) hasilnya adalah 0...

Semoga Allah memberi Hidayah pada Kita Semua.....

Minggu, 19 Januari 2014

Antara maulid nabi, Cinta kepada Rasul dan Aliran aneh

Saya ini sebenarnya orang-orang di bidang IT, namun entah kenapa malam ini tiba-tiba saya ingin menulis tentang ini, bismillah... mudah-mudahan bermanfaat.

:insert  -> Start
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ketika kita lebih memilih tidak memperingati maulid nabi, apakah ini dapat diartikan kita tidak mencintai nabi ?

Generasi terbaik islam atau lebih dikenal dengan salafus shalih (jangan parno dulu mendengar kata salafus shalih, ini bukan golongan, aliran atau apalah, karena perhatikan dan dengar baik-baik setiap sholat jum'at bilalnya selalu ngingati jama'ah dengan kata-kata lebih kurang seperti ini "Dari ulama salafus shalih mengatakan bahwa tidak mendapat pahala jum'atnya ) atau lebih dikenal lagi dengan istilah para sahabat nabi dimana mereka adalah generasi dimana orang-orang luar biasa inilah yang paling/sangat-sangat mencintai rasulullah, mereka rela mengorbankan jiwa dan raga, harta, anak-anak dan istri mereka demi membela rasulullah (silahkan baca kisahnya). lalu adakah perayaan maulid nabi di  zaman 3 generasi terbaik ini ?

Dalam pandangan saya, dibeberapa tempat, acara maulid nabi ini memang di kemas dengan baik, mulai dari lomba ngaji, adzan, sholat ataupun mengundang ustadz untuk berceramah, mengenalkan dan memberi semangat keislaman khususnya kepada anak-anak dan mungkin memang inilah niat awal untuk mengadakan peringatan maulid nabi. namun yang saya pahami (pemahaman saya pribadi), "Segala sesuatu bentuk ibadah yang tidak ada syariatnya lambat laun akan keliatan tidak baiknya". (ref : 00)

Saat ini peringatan maulid nabi di tempat-tempat lain (kota besar khususnya) selain mengundang ustadz juga  mengundang grup band  (walaupun lagu-lagu tentang islam). Tujuannya mungkin baik, supaya anak mudah lebih tertarik untuk datang, tapi efeknya karena sudah ada yang mulai (peringatan maulid), dikemudian hari bisa saja muncul improvisasi seperti organ dan tentu nggak ada goyangan nggak asyik musiknya maka keliatan dah mudharatnya. (saya nggak bahas hukum musik a.k.a nyanyian dalam islam, silahkan cari referensi sendiri).
dan ditempat lain, peringatan maulid nabi ini pun tak jarang menelan korban jiwa setelah di improvisasi sana sini dengan adat dan budaya.

------------------------------------------- out of topic ----------------------------------------
Contoh lainnya tentang pemahaman saya "Segala sesuatu bentuk ibadah yang tidak ada syariat/contohnya lambat laun akan keliatan tidak baiknya"  adalah

Rabu, 08 Januari 2014

Kembali belajar (Surah Al Lail)

Lagi belajar Surah Al lail.
1. Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), (QS. 92:1)
2. dan siang apabila terang benderang, (QS. 92:2)
3. dan penciptaan laki-laki dan perempuan, (QS. 92:3)
4. sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. (QS. 92:4)
5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, (QS. 92:5)
6. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), (QS. 92:6)
7. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (QS. 92:7)
8. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup 1581, (QS. 92:8)
9. serta mendustakan pahala yang terbaik, (QS. 92:9)
10. maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. (QS. 92:10)
11. Dan hartanya tidak bermanfa’at baginya apabila ia telah binasa. (QS. 92:11)
12. Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, (QS. 92:12)
13. dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. (QS. 92:13)
14. Maka, Kami memperingatkan kamu dengan api yang menyala-nyala. (QS. 92:14)
15. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, (QS. 92:15)
16. yang mendustakan (kebenaran) dan (berpaling) dari iman. (QS. 92:16)
17. Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling taqwa dari neraka itu, (QS. 92:17)
18. yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, (QS. 92:18)
19. padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu ni’mat kepadanya yang harus dibalasnya, (QS. 92:19)
20. tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari karidhaan Rabbnya Yang Maha Tinggi. (QS.
92:20)
21. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan (QS. 92:21)
Pelajaran yang dapat saya ambil yaitu jika ingin jalan kita dimudahkan maka bersedekahlah di jalan Allah dan bertakwa, lalu percayalah bahwa pahala itu mendapat balasan di surga.
Semoga allah memudahkan kita semua...

Sabtu, 26 Oktober 2013

Tetap Semangat

"Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu. Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah." (Ust. Rahmat Abdullah)

Jumat, 09 Agustus 2013

Jangan Bergantung selain kepada Allah

Nenek datuk, cucung numpang ini, numpang itu .... *Memangnya semua dunia ini punya nenek datuk lu.
Hahaaa...perkataan permisi diatas masih sering kita jumpai.
Aneh memang, dunia dan seisinya ini milik Allah, lalu mengapa permisi kepada sesuatu selain DIA.

Saya baru saja belajar dari seorang guru, yang berkata "begitu banyak benih-benih syirik yang harus kita hindari" menggantungkan diri pada sesuatu selain Allah.
Sebagaimana kita merasa kenyang setelah makan. Rasa kenyang itu datangnya dari Allah yang disebabkan kita makan, dan kita harus tau itu agar terhindar dari syirik, yaitu menggantungkan sesuatu selain kepada Allah.

Ayat Penyejuk Hati

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati“.(2:37-38)

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (2:62)

1 Syawal 1434H

Akhirnya sampai di bulan syawal, semoga masih dipanjangkan umur untuk bertemu bulan Ramadhan berikutnya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H.
Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian
 Mohon Maaf lahir batin...