Pencarian

Rabu, 04 November 2015

Kau Jujur Kepada Allah, Maka Allah Membuktikannya

Sapa Pagi Budi Ashari :
Kau Jujur Kepada Allah, Maka Allah Membuktikannya!!!
😭😭😭

Seseorang datang kepada Nabi dan beriman. Dia berkata: Aku hijrah kepadamu. Maka Nabi memerintahkan kepada sebagian sahabat untuk mengurusi saudaranya ini.
Di sebuah jihad, Nabi mendapatkan ghanimah. Orang itupun mendapatkan bagiannya.
Dia bertanya: Apa ini?
Sahabat menjawab: Ini pembagian dari Nabi.
Dia mengambilnya dan membawanya kepada Nabi dan bertanya: Apa ini?
Nabi menjawab: Ini bagianmu
Dia berkata: BUKAN UNTUK INI AKU MENGIKUTIMU. TETAPI AKU MENGIKUTIMU UNTUK AKU TERPANAH DI SINI –dia menunjuk lehernya- KEMUDIAN AKU MATI DAN AKU MASUK SURGA
Tidak lama setelah itu para sahabat berjihad bersama orang itu. Setelah selesai, orang itu meninggal seperti yang diinginkannya dengan panah menancap di lehernya.
Nabi bersabda: DIA JUJUR KEPADA ALLAH, MAKA ALLAH MEMBUKTIKANNYA.
Kemudian Nabi mengkafaninya dengan menggunakan jubah beliau. Beliau menyolatinya. Di antara doa beliau: YA ALLAH, INI HAMBA MU. KELUAR UNTUK BERHIJRAH DI JALAN MU. TERBUNUH SYAHID DAN AKU SEBAGAI SAKSINYA...
Umar bin Al Hamam Al Anshari. Di Perang Badar, Rasulullah berkata: Bersegeralah bangkit menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Umair bin Al Hamam Al Anshari berkata: Ya Rasulullah, Surga seluas langit dan bumi?
Rasul menjawab: Benar
Umair: Bakhin....bakhin....
Rasul bertanya: Mengapa kau katakan itu?
Umair: Tidak demi Allah, kecuali hanya harapan agar aku menjadi penghuninya.
Rasulullah bersabda: Engkau termasuk penghuninya!
Maka Umair mengeluarkan beberapa butir kurma dari sakunya dan memakannya. Kemudian berkata: KALAU AKU MASIH HIDUP DENGAN MEMAKAN KURMA-KURMA INI MAKA INI KEHIDUPAN YANG TERLALU LAMA....
Umair melempar kurma itu, kemudian berjihad dan syahid!
Saad bin Khaitsamah Al Anshari. Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meminta agar para sahabat berangkat ke Badar. Ayahnya Saad yaitu Khaitsamah berkata kepada Saad: Harus ada salah satu di antara kita yang tinggal di rumah. Biarkan aku berangkat dan tinggallah kamu menjaga para wanita.
Saad menolak dan berkata: KALAU SELAIN SURGA AKU AKAN MENGALAH, TETAPI AKU BERHARAP SYAHID!
Maka ayah dan anak itu pun mengundi siapa yang keluar namanya dia yang berangkat ke Badar. Yang keluar nama Saad. Dan Saad pun syahid, SEPERTI YANG DIINGINKANNYA...
(Persembahan untuk ananda M. Iqbal Hakim dan kedua orang tua berikut nenek dan keluarga besarnya, juga para guru Kuttab Al Fatih Purwakarta yang telah mengukirnya. Akhirnya, seluruh keluarga besar Al Fatih....
Nak, justru kami minta kelak kau jadi saksi bagi kami. Saksikan bahwa kami termasuk yang mengenalkanmu surga dan Rasulullah yang kau rindukan itu, agar kami bertemu dirimu kembali di Surga Nya di samping Rasul Nya.............)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar