Pencarian

Minggu, 05 Juli 2015

Sepenggal Kisah Dibawah Langit Turki

KISAH DI WAKTU SAHUR

Sepenggal Kisah Dibawah Langit Turki

Di dalam buku hariannya Sultan Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan keresahan yang sangat dalam, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepada kepala pengawal: “Mari kita keluar sejenak.

Diantara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan tabiat dimalam hari dengan cara menyamar.

Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka disebuah lorong yang sempit. Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki terdampar di atas tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.

Sultanpun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan. Mereka bertanya: “Apa yang kau inginkan?.

Sultan menjawab: “Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satu pun diantara kalian yang mau mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Dimana keluarganya?”

Mereka berkata: “Orang ini Zindiq, suka minum minuman keras dan berzina”.

Sultan menjawap: “Tapi . . bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya”.

Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.

Melihat suaminya meninggal, sang istripun pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.

Dalam tangisnya sang istri berucap: Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah.. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang yang sholeh”

Mendengar ucapan itu Sultan Murad terkejut.. Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang mengatakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya”.

Sang istri menjawab:
“Sudah kuduga pasti akan begini…
Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke kedai minuman keras, dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu di bawa ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: “Aku telah meringankan dosa kaum muslimin”.

Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka wang dan berkata: “Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi”.

Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: “Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam”.

Orang-orangpun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir.

Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: “Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu”.

Ia hanya tertawa, dan berkata: “Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Auliya”.

Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata: “Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya”.

Demikianlah, akhirnya urusan penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para masyaikh dan seluruh masyarakat.

(Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhory dari Mudzakkiraat Sultan Murad IV)

Semoga bermanfaat

Selasa, 23 Juni 2015

MySQL Lower Case

Untuk bisa diingat dihari berikutnya.
Go to
/etc/mysql/my.cnf
or any other my.cnf file which is used to configure your mysql.
Under
[mysqld]
, add the line
lower_case_table_names=1
Run
sudo service mysql restart

Senin, 22 Juni 2015

Selamat Datang ke Dunia Putriku

Segala puji bagi Tuhanku yang telah menganugrahkan seorang anak perempuan kepadaku.
Telah lahir putri pertama kami, pada 21 Sya'ban 1436H bertepatan dengan 08 Juni 2015 jam 14.40 Seorang anak perempuan yang kemudian saya beri nama "Shafiyyah Rahma".

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74)

Jumat, 12 Juni 2015

Kisah umar bin abdul aziz

📝Kisah Umar bin Abdul Aziz dan 👚Pakaian Baru Untuk Anaknya

Anak perempuan 'Umar bin 'Abdul 'Aziz yang masih kecil masuk kedalam 🏡 rumah sambil menangis, saat itu hari 'Ied kaum Muslimin, maka 'Umar bertanya kepadanya : "Apa yang membuatmu menangis wahai anakku...???

Berkata anak perempuan 'Umar tersebut : "Semua anak-anak memakai pakaian baru, sedangkan aku anak amirul Mukminin (Pemimpin Negara atau Presiden) memakai pakaian lama !!!

maka 'Umar ingin membuat anaknya diam dari tangisannya, lalu ia pergi menuju ke tempat bendahara Baitul Maal, dan berkata kepadanya : "Bolehkah aku mengambil gajiku untuk bulan depan, sekarang...???

Berkata bendahara tersebut : ”Untuk apa ???”

Kemudian 'Umar menceritakan kepadanya tentang masalahnya,
Maka berkatalah bendahara tersebut : "Tidak mengapa wahai Amirul Mukminin, akan tetapi dengan syarat..”

berkata Umar : ”Apa syaratnya ?”

berkata bendahara : ”Bisakah engkau menjamin kepadaku, bahwa engkau akan hidup sampai bulan depan untuk bekerja terhadap gajimu yang telah engkau ambil ???”

maka 'Umar meninggalkan bendahara tsb, dan kembali kerumahnya, lalu bertanyalah anak-anaknya kepadanya : ”Apa yang telah ayah dapatkan ?”

berkata Umar : ”Kalian memilih bersabar dan kita memasuki surga bersama-sama ... atau kalian tidak bersabar dan ayah kalian akan masuk neraka......???”

Maka mereka berkata : ”Kami memilih bersabar wahai ayahku"...سبحان الله

~~~~~

Bagaimana dengan kehidupan keluarga kita ?

Jumat, 05 Juni 2015

Mendidik anak usia dini (bayi)

1. Bayi (0-2 tahun)
-Bacakan Al Qur'an dari surat Al fatihah
-Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)
-Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
-Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan metode yang sama
-Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1x2
2. Diatas 2 tahun
-Metode sama denga teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, mis dari 5 hari menjadi 7 hari
-Sering dengarkan murattal
3. Diatas 4 tahun
-Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
-Ajari muraja'ah sendiri
-Ajari menghafal sendiri
-Selalu dimotivasi supaya semagat selalu terjaga
-Waktumenghafal 3-4x perhari
Allaahummaj'alna fii ahli Qur'an , Allaahumma baarik fi auladina wa dzurriiyatina bil Qur'an, Allaahummarzuqna istiqomah fi tilawatil wa hifzil Qur'an...wa adhilna fi jannati fi Qur'an...Aamiin Allaahumma Aamiin

Kamis, 28 Mei 2015

Ibu

nangis bacanya...

sesi tanya jawab kajian uzt syafiq

Berikut resume kisah yg saya sarikan dari sessi salah dua sessi tanya jawab kajian “Bangkai Hidup”.
Sabtu, 23 Mei 2015 M @ Masjid Ar Rahmat, Slipi, Pemateri: Ust. DR Syafiq bin Riza bin Basalamah, Lc MA, hafizhahullah.

Tema Kajian Bangkai Hidup,
Sebelum memulai kajian Ustadz mereview jamaah dengan pertanyaan-pertanyaan kajian sebelumnya seperti Rumah ku masih ngontrak, ½ isi ½ kosong, dll.terlihat antusiame jamaah muda dan tua menjawab pertanyaan ustadz.

Sekitar pukul 10.20-an ustadz menutup sessi kajian dan langsung di lanjutkan sessi tanya jawab.
Pertanyaan diawali dg kertas pertanyaan mengenai diri ustadz “Ustadz!, agar tidak ada ghibah diantara jamaah ikhwan/akhwat , berapakah jumlah istri antum saat ini?
Ustadz muda ini pun menjawab, BENAR ! saat ini saya ada 4 anak dari 1 istri, mohon do’a agar tetap dengan satu istri ini. Sehingga bertasbih lah seluruh jamah terutama jamaah akhwat di lantai bawah. Sehingga ustadz muda ini pun menegaskan agar tidak meng-gibah lagi 🁊 diantara jamaah.

Selanjutnya ada satu pertanyaan dan sungguh jawabannya-lah yang sangat menyentuh hati ribuan jamaah yg hadir. Semua tunduk bersimpuh, khusu’, hening yang terdengar hanya suara lirih ustadz dan isak tangis para jamaah.
Dibacakan lah pertanyaan nya “Ustadz, bagaimana cara agar saya yang di Jakarta, tetap bisa bermuamalah baik kepada orangtua saya yang tinggal di Bogor?”
Ustadz pun menjawab ringan diselipi senyum dan canda khasnya..
“Ya akhi.. ana ini orang jember mau tanya ke hadirin, di Jakarta ada kereta gaks? Cepat kan ya akhi perjalanan kereta ? Ada kan kereta-nya yaa masya Allah.. Naik kereta kan bisa ya akhi.. nggak kayak dulu harus naik Unta.. lama sampainya.. ”
Jama'ah pun tertawa.Intinya saya mencatat kendala jarak dan waktu jangan sampai menjadi kita tidak birrul walidayn dan menjadi bangkai hidup.
Tak bebeberapa detik kemudian, mendadak wajah Ustadz berubah. beliau tertunduk.
Saya yang duduk dibarisan depan tepatnya arah jam 1 melihat dengan jelas beliau merapihkan kertas-kertas tanya jawab yg menumpuk menutupi kitab ustadz dan terlihat matanya berkaca-kaca, sambil tertunduk seakan (ingin menutupi kondisi beliau) namun akhirnya beliau pun angkat bicara dengan suara parau.
“Ana mau cerita kisah nyata yang ana dengar dari syaikh saat menuntut ilmu di Madinah. Semoga ana dan antum semua yg hadir bisa mendapat ibrah & faidah.dari kisah ini.”
Sepasang suami istri, telah menikah 21 tahun lamanya, namun suami ini jarang sekali mengunjungi ibu-nya sendiri kecuali hanya pada hari raya saja.
Di suatu malam istri bertanya, “Wahai Suamiku, tidak inginkah kau keluar malam ini dengan seorang wanita?” Suami terkejut. “bersama seorang wanita? Apa maksudmu? Aku tak mengerti?
Sang istri berkata, “iya, Seorang wanita, Ibu-mu… Ibu-mu, wahai suamiku..”.
Si suami terheran dan terdiam, merenungkan dan menyadari bahwa selama ini ia tak memiliki waktu khusus dengan ibunya.
Terlebih di usia 40 tahun ini ia sibuk dg istri , keluarga dan pekerjaannya.

Ia pun segera menelpon ibu-nya, hanya untuk mengajak makan malam bersama .
Saat si anak mengutarakan keinginannya, ibu-nya terheran-heran dan bingung.
“Ada apa anakku? Apa yang terjadi? Ada apa dengan istri & anak2mu? Ada apa? Kenapa tiba-tiba mengajakku pergi?”
“Tidak ibu, istri & anak-anaku baik, pekerjaan ku juga lancar dan tidak ada apa-apa, sungguh bu tidak ada apa-apa. Begini Ibu… Aku hanya ingin mengajak ibu makan malam. Bagaima bu ? bisa yaa”
Di ujung telepon, sang ibu sangat terharu. Karena setelah sekian lama, akhirnya ia memiliki waktu khusus bersama puteranya seperti tak kala dahulu menyusui, mendidik dan mengantar puteranya sekolah.
Sore itu juga putera nya menuju rumah sang ibu, sesampai di rumah ibunya, terlihat dengan jelas ibunya sudah berdiri di depan pintu rumah dengan pakaian rapih senyum yang tulus menyambut puteranya.
Sesampai di rumah sang ibu, terlihat beliau sudah berdiri di depan pintu rumah dengan pakaian yang begitu rapi, dan senyum yang teramat tulus untuk menyambut anak tercintanya. Sangat terlihat bahwa ibu-nya tak ingin terbuang waktunya barang sedetikpun.
Setelah salam keduanya menuju mobil dan masuklah ke dalam mobil, senyum kebahagiaan terus terlihat jelas dipipi sang ibu, sepanjang perjalananpun sang ibu memperhatikan puteranya dan tersenyum kepada puteranya hingga berkatalah Ibu “Nak, ibu sangat berbahagia sekali malam ini .. terimakasih ya nak…..”
Puteranya pun membalasnya, “sama bu begitu juga aku, bu..”, sambil mencium tangan sang ibu. Lalu mereka pun berangkat menuju restoran.
Setelah tiba di restoran keduanya duduk dan tak berapa lama makanan telah terhidang.
Si ibu menuangkan minuman ke gelas anaknya dan sesekali menyuapkan hidangan ke mulut anaknya demikian seterusnya episode kasih sayang ibu dan anak berlanjut. Si Ibu seakan tak ingin melewatkan waktu terbuang sedikitpun. Sungguh tampak sekali kerinduan dan kasih sayang yang (mungkin) tak dimiliki oleh istrinya sekalipun.

Dilanjutkan oleh ustadz bahwa singkat cerita, tak lama beberapa pekan dari makan malam tersebut, sang ibunda pun meninggal dunia… Inna lillahi wa inna ilayhi rojiun.
Masya Allah … Qodarallah . Pertemuan makan malam itu adalah keberkahan terakhir bagi si anak dan ibunya.Si anak menyesali diri akan yang telah di perbuatnya selama ini.
ya itulah malam terakhir , sungguh episode hidup yang memang di atur oleh Allah jalla Jalaluhu.kenyataan yang harus di terima dengan keihklasan dan dengan mengharap kepada Allah atas Mahabbah(Cinta), Al-Khauf (Takut) dan Ar-Rajaa' (Harap) serta Ashma Wasshifat Allah, si anak berdoa agar Allah jalla jalaluhu menempatkan ibunda tercinta di sisi nya

Beberapa hari setelah kepergian sang ibu, si anak mendadak di hubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai manager dari salah satu restoran.
“Assalamu’alaykum, apakah benar anda bernama fulan bin fulan? , Naam benar, itu nama saya,.. jawab si anak”
“Bapak, Anda dan sekeluarga diundang oleh seseorang untuk makan malam nanti di restoran kami,” ujar manager restoran tersebut.
“Oh begitu..sambil keheranan Kalau boleh tahu, siapa yang mengundang ya, pak?” ujarnya dengan keheranan.
“Seseorang pak,” jawab si manager
Singkat cerita Ia pun datang bersama keluarga memenuhi undangan makan malam.
Lalu ia bertanya kepada pramusaji “Maaf mas, sebenarnya siapa yang mengundang kami kesini? Mana ya orangnya?”.
Saya tidak tahu pak, Silakan duduk dulu pak saya nanti saya tanyakan ke bagian front office.

Tak lama pramusaji datang kembali Pramu saji tersebut menjelaskan bahwa tempat dan menu ini sudah dipesan beberapa pekan yang lalu namun pramu saji menegaskan kami untuk tenang karena semua sudah di bayar oleh si pemesan.
Pramu saji pun mohon maaf karena ternyata front office sudah berusaha menghubungi si pemesan namun tidak berhasil. Si anak, istri dan keluarganya pun semakin heran>
Ditengah keheranan nya keluarga tersebut mendengar nama pemesan adalah nama yang sangat tidak asing di telinga keluarga bahkan si anak , Nama pemesannya adalah Ibunda tercinta yang telah wafat namun sudah memesan menu, tata letak persis seperti pertemuan makan malam terakhir mereka.

Jadilah kita manusia yang hidup – bukan bangkai hidup.

-End-
Depok, 25 Mei 2015- 8 Sya’ban -
Sumber : Abu Hanifa Asep Yusuf & Purwanto Abu Nadhifa