Pencarian

Rabu, 18 Februari 2015

Status Terakhir

STATUS TERAKHIRMU

Sahabat..
Saat sedang online, sadarilah bahwa kmatian tak menunggu kapan gerak jemari kita berhenti menari diatas keyboard.
Kita juga tak pernah tau apa isi status terakhir yang akan kita tinggalkan.

Seorang penyair pernah mengatakan:

وما من كاتب إلا سيفنى *** ويبقى الدهرَ ما كتبت يداه
فلا تكتب بخطك غير شيء *** يسرك في القيامة أن تراه.

Setiap penulis pasti akan meninggal..
Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa..
Maka jangan kau tulis sesuatu dengan gores penamu..
Melainkan apa yang kelak membuatmu bahagia di hari kiamat nanti.

Kawan...
Tulislah yang baik-baik saja..
Bagikan yang baik-baik saja..
Pikirkan hal yang terbaik, mantapkan niat, lalu tulislah sesuatu yang bermanfaat di kolom statusmu.
Jangan menunda kawan.. Karena kita tidak tau dengan status  mana sahabat kita menemukan jalan hidayah-Nya.

Ingat..!!!!
Apapun yang kita tulis, semuanya tersimpan rapi disisi-Nya
Status kita bisa menjadi sumber pahala yang tak berujung atau petaka yang tak berkesudahan.

_____________
Madinah Rabu, 12-04-1435 H
ACT El Gharantaly

Serulah mereka

Rabu, 28 Rabiuts Tsani 1436 H
           18 Februari 2015 M

Entaskan Orang Lain Dari Keburukan

Allah ta’ala berfirman,

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا [آل عمران : 103]

"Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya…” (QS. Ali Imran : 103)

Lalu pada ayat selanjutnya Allah azza wajalla berfirman,

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ [آل عمران : 104]

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.” (QS. Ali Imran : 104)

Artinya, bila Anda telah merasakan kenikmatan dan kesempurnaan setelah didera kesengsaraan dan keterpurukan maka sepatutnya Anda memiliki tekad yang sangat kuat untuk berupaya mengentaskan orang lain dari keburukan menuju keadaan yang lebih baik seperti Anda.

(At-Tahriir Wat Tanwiir, 3/178, Muhammad ath Thahir bin Muhammad bin Muhammad ath Thahir bin ‘Asyuur at Tunisiy)

 ______________________

♻  WhatsApp@DakwahAlSofwa
  +62 81 3336333 82

Yang paling dekat

RENUNGAN MALAM

Syaikh Ali Mustafa At-Thantawy -rahimahullah- berkata:

"Aku selalu bertanya-tanya, siapakah yang selamanya akan terus bersamaku.?

Ayah dan Ibuku telah tiada. Putriku kini tak lagi bersamaku, sementara sahabat-sahabatku satu persatu pergi meninggalkanku.

Hingga aku tersadar, bahwa yang akan terus bersamaku hanyalah Rabb-ku. Dia begitu dekat, lebih dekat dari semua yang pernah dekat denganku. Dialah Yang mendengarku saat semua berpaling dariku. Semua akan sirna kecuali Dia yang Maha Agung.

Aku sadar bahwa permulaan hidupku bukan saat aku terlahir ke dunia, karena sebelumnya aku telah hidup dalam rahim ibuku. Akupun yakin bahwa kematian bukan akhir hidupku, karena setelah kematian ada kehidupan selanjutnya yang menantiku."

(Fi Maidatil Ifthoor)

________________
Madinah 26-04-1436 H
ACT El Gharantaly

Senin, 09 Februari 2015

Perbanyak istighfar

KEAJAIBAN ISTIGFAR

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity pernah mengatakan:

Tidaklah hati seorang hamba selalu beristigfar melainkan akan disucikan.
Bila ia lemah, maka akan dikuatkan
Bila ia sakit, maka akan disembuhkan
Bila ia diuji, maka akan diangkat ujian itu darinya.
Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk
Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan.

Sepeninggal Rasulullah, Istigfar merupakan satu-satunya benteng aman yang tersisa untuk kita (dari adzab Allah)

”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

Ibnu katsir -rahimahullah - berkata :
Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istigfar, maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya.
Maka apa lagi yang kau tunggu...?
(Perbanyaklah istigfar....)

Ibnul Qayyim - rahimahullah - mengatakan, " Bila engkau ingin berdo'a, sementara waktu yang kau miliki begitu sempit, padahal dadamu dipenuhi oleh begitu banyak keinginan, maka jadikan seluruh isi do'amu istigfar, agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya.

Ya Allah.. Sesungguhnya engkau Maha pemaaf, mencintai kemaafan, maka ampunilah kami.

_________
Madinah 16-04-1436 H
ACT El Gharantaly

Guru

Kisah inspiratif

sebagai guru profesional dan berkepribadian ;

Tidak Ada Orang yang Tidak Memiliki Kompetensi

Dari kisah nyata seorang guru.Di suatu sekolah dasar, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan  sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.

Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.

Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.

Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”

“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.

Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”

Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”

Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”

Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”

Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, kamu juga bagaimana kalau belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”

Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.

Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh,

prepare dan

review dia lakukan dibangkunya di kelasnya.

Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.

Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.

Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”

Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 SD. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”

Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”

Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 SD.”

Setahun kemudian, kartu pos yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,

“mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”

Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia.

😭😭😭😭😭 Allahuakbar(kopas dari Bani Warsito)

Senin, 02 Februari 2015

Sibuk Terus

APAKAH KITA ORANG SIBUK ???

Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama.

Selang beberapa lama, saat dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain, gurunya berpesan :

"Jangan tinggalkan membaca Al-Qur’an, Semakin banyak baca Al-Qur’an urusanmu semakin mudah".

Dan muridnya pun melakukan. Dia
membaca Al Qur’an 3 juz per hari.

Dia menambahkan hingga 10 juz per hari.

Dan urusannya semakin mudah.

Allah yang mengurus semua urusannya.

Waktu pun semakin berkah.

Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu?
Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit.
Itulah berkah Al Qur’an.

Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu.

Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah.

Padahal teorinya orang yang membaca Al-Qur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu jadi berkah.

Hingga menjadi begitu efektif.

Hidup pun efektif.

Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita

karena
Al Qur’an.

Salah satu berkahnya adalah membuka pintu �kebaikan, membuka kesempatan untuk amal shalih berikutnya.

Dan Salah satu balasan bagi amal shalih yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya.

Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu.

Dan sebaliknya waktu yg selalu sibuk shg hanya habis untuk urusan dunia yg terserak, bisa jadi itu adalah tandanya ada yg salah dlm hidup kita.
Barangsiapa yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yg dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :

1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.
[Hadits Riwayat Muslim]

Note :
"Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit".

Minggu, 01 Februari 2015

Mari ke masjid

JELANG MALAM
(edisi revisi)

Mendekatlah kawan..
Aku ingin berbagi kisah..
Mungkin kau pernah mendengarnya.
Karena kisah ini selalu berulang dengan aktor yang berbeda.
Ini tentang seorang anak manusia yang sangat jarang atau bahkan tak pernah ke masjid. 
Suatu hari dia memasuki sebuah masjid, orang-orangpun mengikutinya dari belakang. Sesampainya di masjid, dia mengambil posisi paling depan. Posisinya bahkan lebih maju dari posisi sang imam.
Rupanya ia datang bukan untuk bertaubat, tapi sebagai jenazah yang terlambat mengerti arti hidup yang sesungguhnya.

Semoga kita bukan aktor selanjutnya dari kisah itu.

Selagi ada waktu sambutlah hidayah itu..
Lakukanlah yang terbaik, sembari berharap agar semua berakhir indah.
Bergegaslah..
Karena ajal tak menunggu taubatmu.

_______________
Madinah 11/04/1436 H
ACT El Gharantaly