Pencarian

Senin, 09 Oktober 2017

Nasehat-13

Nak, ingatlah nasehat ini, Kesalahan/khilaf pada seorang guru itu merupakan ujian bagi murid-muridnya.
Jika murid itu diam maka bisa jadi dia termasuk orang yang selamat, jika dia menasehati gurunya dengan cara yang ma'ruf maka bisa jadi dia mendapatkan pahala, dan jika dia mencela maka bisa jadi dia berdosa dan hilanglah keberkahan ilmu yang didapatnya.

Selasa, 12 September 2017

Nasehat-12

Nak, perhatikanlah kisah ini
"Pagi tadi setelah Shubuh, kami mengkaji kitab "Manhaj Ahlus Sunnah dalam Tazkiyatun Nufus" karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah wa athaalallaahu umrahu fi tha'atih. Itu adalah pertemuan kedua kajian kitab tersebut di Masjid Nurul Islam Pondok Kopi. Hadirin dari kalangan umum, terutama sekian orang tua sekitar.
Selepas kajian, beberapa orang tua mendekati kami. Lalu tanya jawab. Ada satu orang tua yang kisaran 60-70 tahun usianya mengabarkan:
"Kami mengenal Sunnah melalui Ustadz Yazid. Dahulu beliau mengajar di masjid ini. Dahulu sekali. Tapi saat itu keadaan tidak kondusif. Demi keamanan, akhirnya vacum kajian beliau."
Saya bertanya, "Kapan itu?"
Beliau menjawab, "Tahun 1989. Sekitar 4 tahun beliau mengajar di sini."
Masya Allah. Tabaarakallah. (catatan: itu sesuai ala adanya kata beliau, jika ada kesalahan ingatan tahun, maka semoga ada yang menjelaskan)
Ini dengan penekanan: dakwah ketika itu, tidak 'semudah' sekarang. Selain kondisi masyarakat yang dahulu masih sangat tradisional, kondisi pemerintahan saat itu juga berbeda dengan sekarang. Hal ini disebutkan oleh orang tua tersebut.
Beliau berpesan bahwa dai-dai sekarang mumpung ada kesempatan, sebarkanlah terus dakwah Sunnah sampai Sunnah dikenal orang banyak. Dahulu sangat sulit dan kini Allah permudah.
Pesan kami juga di status ini: saudaraku terutama pemuda, hadirilah kajian-kajian dan jangan mengandalkan live streaming jika sempat hadir!
Suatu kala, kami mengajar suatu kitab di daerah Tebet secara rutin. Di sesi tanya jawab, kami sempatkan bertanya ke seorang tua mengenai materi kajian. Tapi beliau 'melongo' (maaf agak kasar) saja. Saya ulangi tetap bingung. Maka jemaah mengabarkan bahwa beliau kurang baik pendengarannya. Lalu saya beralih bertanya ke orang tua lainnya. Hal serupa berlaku kembali. Kurang baik pendengaran.
Selepas shalat Isya, orang tua pertama itu, mendekati kami. Beliau kemudian berkata, "Saya minta maaf. Tadi saya memang tidak dengar. Saya memang sudah tidak begitu bisa mendengar jelas kecuali teriakan dari dekat."
Kami bertanya, "Lalu bagaimana bapak bisa di majelis (sementara tidak dengar)?"
Beliau menjawab, "Saya cuma suka di majelis ilmu. Saya mau cari berkah sama pahalanya. Siapa tahu saya wafat di majelis ilmu."
Sehingga, saya kadang ketika mengajak beberapa pemuda yang 'sudah kenal ngaji' tapi banyak alasan untuk tidak hadir, saya merasa mendung. Apa saya harus menyediakan jodoh untuk para bujang yang pemalas hingga mereka mau hadir di majelis ilmu? Apa saya harus membayar mereka agar kebutuhan rumah tangga terpenuhi hingga mau ikuta ngaji? Sekiranya saya bisa, maka saya ingin berikan itu, sampai mereka mau ngaji.
Betul. Ada dan saya kenal sesiapa yang hanya mau mengaji jika pematerinya datang dari jauh, atau Tabligh Akbar, atau kajian ramai.
Seandainya saya memiliki banyak kelebihan harta yang membuat kawan-kawan tak perlu banyak berpikir soal kecukupan hidup lalu bisa fokus ngaji ilmu, maka saya ingin sekali melakukan. Tapi tak mampu. Maka biarlah Allah yang membuka hati mereka dan mengubah mindset mereka.
Apa menunggu ada pembubaran kajian, pengeroyokan terhadap ustadz, baru beberapa rekan ini sadar bahwa sudah terlalu banyak kebaikan luput disebabkan kemalasan, atau rasa malu, atau kesombongan.
Maka, rajinlah, jangan malu dan jangan sombong akan ilmu."
Diambil dari status Facebook ustadz Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy
Bacalah nak dan ingatlah setiap kali engkau malas untuk pergi ke Majelis Ilmu (Pengajian), Malulah, malulah.
Dan berdoalah  : "Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu".

Selasa, 05 September 2017

Nasehat-11

Nak, belajarlah adab, jika engkau memasuki suatu tempat milik orang lain, maka jauhkan tangan dan matamu dari apapun tanpa izin dari yang punya tempat. Jika engkau tidak dipersilahkan duduk maka berdirilah atau bertanyalah bolehkan saya duduk karena itu akan membuatmu lebih baik.

Senin, 04 September 2017

Informasi Nilai Genap 2016/2017

Informasi Nilai dapat dilihat dilink berikut : http://abdulrahim.stikom-db.ac.id/

UNTUK KOMPLAIN/KONFIRMASI NILAI DITUNGGU 
PALING LAMBAT  Rabu, 06-09-2017 JAM 17.00

Selasa, 29 Agustus 2017

Kajian Kurban

Rasulullah tidak pernah meninggalkan ibadah kurban selama 10 tahun di kota madinah.
Kurban adalah seafdol-afdolnya ibadah harta.
Tidak boleh menyembelih di kuburan.
Tidak boleh mengupah penyembelih ataupun panitia kurban dari bagian kurban tersebut
Orang kafir boleh menerima daging kurban.
Tidak ada kaitan antara hukum sah kurban dengan larangan memotong kuku di 10 hari pertama dzulhijah.
----------------------------------------------------------------------------
Dari Kajian Ustadz Abu Salma, Lc

Nasehat-10

Nak, berkurbanlah untuk yang engkau cintai, jika engkau berkurban untuk manusia maka engkau akan kecewa, jika engkau berkurban untuk allah maka engkau tidak akan pernah dikecewakan oleh allah, Sesungguhnya Allah itu sangat baik nak, Maha Pengasih Lagi Penyayang. Berkurbanlah nak, berkurbanlah walaupun hanya dengan hartamu.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Nasehat-9

Nak, Berhati-hatilah ketika engkau sedang menasehati saudara/i mu namun dihatimu terasa bahwa engkau ingin terlihat lebih baik dengan kata-kata yang akan engkau ucapkan, dihatimu engkau mulai merasa bangga dengan perkataanmu, dihatimu engkau mulai merasa ingin terus berbicara dan ingin terlihat lebih pandai dan berpengalaman, berhati-hatilah nak, barangkali saat itu engkau lebih butuh nasehat daripada saudara/i mu yang sedang engkau nasehati itu.