Pencarian

Senin, 10 Juli 2017

Tugas Komunikasi Data dan Jaringan

Buat makalah yang membahas tentang Layer OSI dengan ketentuan :
1. Tugas Mandiri
2. Minimal 20 Halaman (diluar cover, daftar pustaka dan kata pengantar)
Tugas dikumpul di pertemuan Lab. Komdat Hari Rabu Tanggal 12 Juli 2017
Terima kasih.

Tugas Mandiri Pemrograman Web

Integrasikan template frontend bootstrap berikut dengan framework codeigniter :
Kata Kunci tugas ini adalah menggunakan base_url untuk tiap file images, css dan javascript.

Download Frontend
https://github.com/BlackrockDigital/startbootstrap-shop-item/archive/gh-pages.zip

Download Framework CodeIgniter
 https://github.com/bcit-ci/CodeIgniter/archive/3.1.5.zip

Buat controller dengan nama beranda
Jika url di akses http://localhost/folder/index.php/beranda
Maka akan tampil template frontend diatas.
------------------------------------------------------------------------------
Tugas dibawa dipertemuan Lab. Rabu 12 Juli 2017

Minggu, 09 Juli 2017

Anak Kedua Kami Lahir

Alhamdulillah, Sesungguhnya segala puji hanya milik allah, sholawat dan salam semoga selalu tercurah untuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Telah lahir anak kedua kami hari ahad, 15 syawal 1438H bertepatan dengan 09 juli 2017 jam 05.30, lahir dengan persalinan normal jenis kelamin perempuan, berat 3.6,
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."(QS. Ibrahim 14: Ayat 40)
Allah SWT berfirman:
رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
" Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."(QS. Al-Furqan 25: Ayat 74).

Kamis, 30 Maret 2017

Beginilah Kami diperintahkan

Ada perbedaan antar ahli ilmu di kalangan sahabat Nabi tentang masalah ilmu waris dalam hal jatah kakek dan saudara. Zaid bin Tsabit yang oleh Nabi pernah disebut sebagai orang paling ahli di bidang ilmu waris berhadapan dengan Ibnu Abbas yg oleh Nabi pernah didoakan memiliki ilmu agama yang dalam dan ahli tafsir.
Ibnu Abbas sangat yakin pendapatnya benar sampai berkata, "Saya ingin berkumpul dengan orang-orang yg berbeda dengan saya dalam hal ilmu waris ini. Saling meletakkan tangan di rukun yamani kemudian bermubahalah, laknat Allah menimpa para pendusta."
Segitu kuatnya..., tapi suatu hari Ibnu Abbas bertemu Zaid yg sedang naik kendaraannya. Ibnu Abbas segera mengambil tali kekangnya, menuntunnya dan berkata, "Beginilah kami diperintahkan untuk bersikap kepada ulama dan pembesar kami."
Zaid kemudian berkata, " Keluarkan tanganmu."
Ibnu Abbas mengeluarkan tangannya dan Zaid menciumnya, sambil berkata, "Beginilah kami diperintahkan untuk bersikap kepada ahlul bait Nabi."
Dan saat Zaid meninggal, Ibnu Abbas berkata, "
Beginilah ilmu itu hilang. Hari ini telah dikubur banyak sekali ilmu."
(Adab, adab, adab!!!
Begitulah orang yg benar-benar berilmu.
Jiwa menjadi lapang karena ilmu.
Belajarlah lagi, jika jiwa masih sempit, sikap masih kasar.
Adab sebelum ilmu!
نحب المسلمين
رضي الله عنكم ويا خير الأجيال)
Ustadz  Budi Ashari

ZINDIQ

ZINDIQ
Seorang ulama besar Al Qodhi Ismail bin Ishaq Al Azdi, suatu hari menemui Khalifah Al Mu'tadhid.
Al Mu'tadhid menyerahkan kepadanya sebuah buku.
Setelah dibuka oleh Al Qodhi Ismail, ternyata isinya adalah kumpulan fatwa-fatwa yg paling ringan dari para ulama.
Jika dalam sebuah pernasalahan fikih ada perbedaan pendapat ulama, dituliskan yg paling ringan dan mudah dari semua pendapat itu.
Al Qodhi Ismail berkata: "Penulis buku ini seorang zindiq" (orang sesat, jahat dan menyembunyikan kekafiran).
Al Mu'tadhid: "Bukankah hadits-haditsnya shohih?"
Al Qodhi Ismail menjawab: "Hadits-hadits itu tetap di posisinya.
Tapi, ulama yg membolehkan hal yg memabukkan tidak membolehkan nikah mut'ah. Yang membolehkan nikah mut'ah tidak membolehkan hal yg memabukkan. Dan tidak ada seorang ahli ilmu pun kecuali punya kekhilafan. Siapa yg mengumpulkan kekhilafan ulama dan mengambilnya, hilanglah agamanya!"
Al Mu'tadhid kemudian membakar buku itu...
(Islam memang mudah. Kita bersyukur atas hal itu.
Tapi kita tidak boleh mencari-cari keringanan dari fatwa para ulama. Karena tak ada yg selamat dari khilaf.
Ilmuilah!!
Al Qodhi ingin menyampaikan kepada kita semua, hukum itu ada para ahli istinbath untuk menyimpulkannya. Tak sekadar menemui ayat atau hadits shohih...
Dan...
Andai pemimpin muslim hari ini dikawal ulama, maka mereka akan membakar semua bisikan kaum zindiq)

Ustadz Budi Ashari

TAK USAH RISAUKAN LISAN

TAK USAH RISAUKAN LISAN
Robi' bin Shobih meriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Hasan Al Bashri, ulama besar Tabiin:
"Wahai Abu Said, aku melihat suasana yg aku benci."
Hasan menjawab:
"Apa itu, anak saudaraku?"
Laki-laki itu:
"Aku melihat sekelompok orang yg datang di majlismu, hanya mengumpulkan kesalahan penjelasanmu kemudian nanti mereka ceritakan dan ejek.
Hasan menjawab tenang:
"Wahai anak saudaraku, yg seperti ini jangan kamu anggap masalah besar.
Aku beritahukan yang lebih mengherankan dari itu."
Laki-laki itu:
"Apa itu wahai paman?"
Hasan:
"Aku ini menundukkan jiwaku agar bisa berada di sisi yang Maha Rohman, bersama para penghuni surga, selamat dari neraka, mendampingi para Nabi.
Dan aku tidak menundukkan jiwaku agar dikenal oleh manusia.
Jika ada satu saja, orang yg selamat dari lisan manusia, maka Pencipta mereka yg telah menciptakan mereka pasti selamat dari lisan mereka.
Jika ternyata Yang telah menciptakan mereka saja tidak selamat dari lisan mereka, maka makhluk lebih layak untuk tidak selamat."
(Untukmu jiwaku dan saudaraku, Tak usah dianggap besar.
Itu hanya busa yang menggumpal, tak berguna, kemudian hilang.
Berlian tetap berlian. Kalaupun ia tertutup, hanya sesaat, kemudian ia berkilau kembali)

Ustadz Budi Ashari